Senin, 23 November 2015

Sometimes we forget ourselves. even we lose our own. maybe we forget to god.

 

Sabtu, 04 Juli 2015

Gumi Sang Pelukis Fantasi : #1. Sebuah Misteri

SEBUAH MISTERI


            Mereka memanggilnya Gumi. Cukup itu saja yang orang-orang tahu. G-U-M-I sisanya biar menjadi rahasia. Biar mereka tidak terlalu cepat menilai seseorang. karena Gumi ingin memiliki teman, melalui proses sakral seperti pergantian siang dan malam. Gumi lahir di bulan September, bisa tanggal 24 bisa tanggal 25. Tapi itu tidak terlalu penting, karena dia benci ucapan selamat ulang tahun. dan juga bulan September.
            Dibalik kacamata bulat dan rambut panjangnya, Gumi termasuk orang yang humoris. Tepatnya dia memilih menjadi orang yang humoris. Dia tidak ingin sakit hati atas ejekan teman-temannya. Gumi menganggap cemoohan mereka itu lelucon. Mereka tertawa, dia tertawa. Mereka berdosa, dia tidak. Itu cukup adil baginya.
            Mereka bilang Gumi berbeda dari yang lain, tepatnya gila atau aneh. Namun sebaliknya, Gumi merasa bahwa orang-orang begitu tidak menarik, memiliki pemikiran yang jamak. Monoton dan terlalu nyaman dengan zonanya.
            Hampir setiap waktu, Gumi habiskan untuk me time. Memecahkan teka-teki yang dia pikirkan. Walaupun semua yang dia pikirakan begitu random, namun entah kenapa begitu meledak tak terbendung. Tak apalah, toh hal tersebut membuat Gumi senang. Seperti saat mengamati perbincangan angin kepada hujan atau menyaksikan serangan sinar mentari di waktu fajar. Dan semua Gumi lakukan di Ridland, tempat persembunyian rahasianya yang terletak di belakang gedung sekolah. Tak ada yang tahu tempat tersebut, kecuali Bani.
            Satu hal yang tak bisa dilewatkan oleh Gumi adalah menulis jurnal. Entah apapun yang ia alami, senang, sedih, semua Gumi tumpahkan di dalam jurnalnya yang ia beri nama Mørd. Gumi berujar bahwa Mørd berarti tidur, artinya buku itu akan menjadi saksi ketika dia sudah tidur untuk selamanya.
Senang rasanya bisa berbagi sepi dengan Tuhan. Ada kenikmatan jika kita bisa berbagi keluh tanpa mengaduh. Tuhan beruntung, tidak pernah kesepian. Karena kalau dia kesepian, tidak ada lagi yang mau dekat dengannya. Dan ternyata, sebenarnya semua manusia itu kesepian, yang berbeda hanyalah pilihan mereka untuk berbagi atau menjalaninya seorang diri. Aku memilih tantangan. Aku memilih petualangan. Aku tidak membagi sepiku, tapi aku mencari jawaban atas keresahan di dalamnya.  (Mørd, 8 November 2005)
            Berbicara tentang asamara, Gumi pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Entah sekali entah lebih. Gumi tidak lupa, hanya saja dia bingung untuk mengelompokannya. Bagaimana perasaan ini disebut sayang, kagum, terobsesi atau mencintai. Bagi Gumi semuanya itu sama saja, karena semuanya bisa menjadi benci.
            Cita-cita Gumi adalah menjadi pelukis. Dia sangat tertarik dengan goresan warna yang menyapu kanvas dengan indahnya. Seakan-akan melengkapi hidupnya yang terlalu monokromatik. Gumi bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelami sebuah karya lukisan. Dalam otaknya seperti memproyeksikan lukisan tersebut menjadi sebuah cerita. Gumi paling menyukai lukisan abstrak. kerena dapat membebaskan ide-ide gilanya dari penjara pikiran realitas. Atau menurut Gumi, itu mewakili cerita hidupnya.
            Awal ketertarikan Gumi terhadap seni lukis sebenarnya dimulai ketika Gumi berusia 5 tahun. Tepatnya menjelang kematian sang ibu. Sebelum meninggal, sang ibu sempat memberikan kuas yang biasa dia pakai untuk melukis. hidupkan mimpimu. Itu adalah kalimat terkahir sebelum sang ibu meninggalkan Gumi untuk selamanya. Gumi terus mengingat ucapan terakhir sang ibu. Yang belum sempat ia tanyakan apa maksudnya.
            Hingga tumbuh dewasa, Gumi belum pernah menggunakan kuas tersebut sama sekali. Ia lebih memilih menyimpannya di kamar, di samping foto sang ibu. Hidupkan mimpimu terus menggaung dalam pikiran Gumi acap kali ia melihat foto sang ibu.

*       
            Bani adalah teman  Gumi yang paling dekat. Dia tetangga sekaligus teman Gumi dari kecil. Yang Gumi suka dari Bani adalah bahwa bani cerewet dan hobi bercerita atau lebih tepat dikategorikan mendongeng. Dibalik sifat pendiam Gumi, dia merupakan seorang pendengar yang baik. Dan Gumi merupakan orang dengan jam terbang paling banyak untuk menjadi pendengar setia cerita-cerita Bani. Walaupun apa yang Bani ceritakan  merupakan 90% fiksi, dan 10% mustahil. Tapi itu yang membuat Gumi tertarik. Dia seakan dapat merasakan bahwa apa yang Bani ceritakan merupakan sesuatu yang nyata.
            Berbeda halnya bagi Bani, sebenarnya tidak ada yang Bani suka dari Gumi, kecuali rasa kasihan melihat Gumi yang terlalu sering sendiri. Tapi itu merupaka penilaian ketika Bani kecil, beranjak remaja penilaian Bani telah berubah. Gum, jangan jadi normal ya. Nanti kamu ga istimewa lagi. Itu adalah pujian pertama yang Bani sampaikan ketika masih kecil untuk menyemangati Gumi setelah terus-menerus di ejek teman-temannya yang menggapnya aneh.
            Bani pernah bilang, kalau dimasa depan itu kita bakal ketemu lagi sama yang namanya dinnosaurus, godzila atau penyihir Stinger.
            “Masa depan kan ga ada yang tahu, masa kita ga boleh ngarang cerita sendiri. Ga asik ah kalau di masa depan ketemunya robot atau alien. Soalnya nanti kamu keliatan normal, ga seru!” Ujarnya dengan ekspresi seperti anak kecil
            “Kalau menurut kamu masa depan itu gimana Gum?” Tanya Bani dengan penuh rasa penasaran.
            “Ceritanya sama aja kaya hari ini. Cuma pemerannya ganti.” Jawab Gumi santai sambil menatap mata Bani dalam-dalam.
            “Ko gak asik sih Gum jawabannya? Cupu ah cerita kamu!.” Jawab Bani sambil memanyunkan bibirnya.
            Hari ini dan masa depan tidak ada yang berbeda. Yang paling penting adalah, apakah aku dan kamu masih ada untuk bercerita tentang hari kemarin? Semua akan beurbah  membosankan jika aku tidak melihatmu lagi. Biarlah masa depan tetap seperti ini, asal kamu menemaniku. karena kamu yang membuatnya istimewa. (Mørd, 25 November 2005)
            Bani merupakan gadis berambut panjang kecoklatan dengan kacamata bulat, sama halnya dengan Gumi. Bani memiliki nama keluarga Bertine. Dia merupakan seorang gadis campuran Norwegia Perancis. Darah Perancis merupakan warisan dari sang ibu. Bani merupakan kompetitor ulung Gumi dalam perebutan juara kelas.  Terkadang Bani tidak bisa terima jika Gumi mendapatkan juara kelas. Karena menurut Bani, Gumi merupakan seorang pemalas. Hanya saja dia beruntung bahwa apa yang dia hafal selalu muncul dalam soal ujian. Alibi tersebut sebenarnya bentuk kecemburuan Bani terhadap kecerdasan Gumi.
            Di sekolah, Bani merupakan siswi populer. Kepiawaiannya bernyanyi cukup membawanya sebagai ketua paduan seuara sekolah. Dan otomatis membawanya sebagi figur idola di sekolah. Kedekatannya dengan Gumi, membuat semua mata begitu sinis menatap Gumi. Siap atau tidak Gumi harus menerima kenyataan bahwa dia adalah public enemy di sekolah.

              
*       
            Goresan jingga pada cakrawala perlahan pudar bergantikan pekatnya hitam yang menghiasi langit. Semilir angin yang lembut kini berpadu gemuruh hujan yang seakan mengoyak kesepian orang-orang yang terjaga malam itu. Tampak Gumi masih berkawan dengan peralatan lukisnya. Diantara redupnya penerangan kompleks, kamar Gumi begitu benderang, seakan masih menunjukan kehidupan. Sudah sedari sore Gumi tak henti menggoreskan kuasnya di atas kanvas. Gumi melukis seorang ibu yang sedang memeluk bayi. Dengan latar suasana pantai yang dihiasi gemerlap bintang. Hujan dimalam itu telah mengantarkan kerinduan Gumi akan kenangan indah besama sang ibu.
Dimanapun ibu berada, aku kangen. Aku masih dapat merasakan pelukan ibu.. Datang kemimpiku malam ini bu. Aku punya cerita rahasia. (Mørd, 8 Desember 2005)
            Jam sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Gumi sudah membereskan semua peralatan lukisnya. Kini waktunya untuk berjumpa sang ibu, dalam mimpi. Tiba-tiba handphone Gumi bergetar, ada sms dari Bani. Hey, Alien pluto besok kita ke Ridland yu! Gawat! Aku punya feeling kalau penyihir Stinger mensabotase markas kita. Aku tunggu jam 2 siang! Bon dodo!
            Gumi senyum-senyum sendiri membaca sms dari Bani. dengan singkat dia membalas sms dari Bani Kamu mimpi ya? Tak menunggu lama Gumipun mendapat balasan dari Bani, Aku masih bangun, dari tadi nungguin alien ngelukis. Asik bener kayanya kamu! pokonya besok jam 2 ya! Jangan lupa bawa makanan buat aku :p Banipun tertidur walaupun tak mendapat balasan dari Gumi.


*       
            “Gumi, apa yang kamu lakukakan itu sangat memalukan!” Guru Gumi memarahinya dengan nada yang sangat tinggi.
            Hampir satu jam Gumi diceramahi, dihakimi dan disudutkan oleh Gurunya. Hari ini memang tidak berpihak kepada Gumi. Dia harus menghadap gurunya karena kedapatan memukul teman sekelasnya. Hari itu Gumi tidak bisa lagi membendung emosinya mendengar Arthur mencela dan berkata yang tidak-tidak tentang ibunya. Tak ingin buang waktu, Gumi langsung memberikan pukulan ke arah wajah Arthur agar mulutnya berhenti mencela. Dan hasilnya Arthur pingsan dengan kondisi wajah berdarah.
            “Apa perlu kamu memukulnya? Sampai dia berdarah seperti itu” Lanjut sang Guru mengahakimi Gumi yang sedari tadi tak diberi kesempatan menjawab.
            “Apa yang akan bapak lakukan jika ada seseorang yang menghina orang tua bapak?!” Dan emosi Gumi tak bisa terelakan lagi. Dengan geram dia memberikan perlawanan kepada sang guru.
            “Lancang kamu! Sekarang kamu saya skors satu minggu! Keluar dari ruangan saya!”  Ucap sang guru menutup penghakimannya.
            “Masa bodoh!” Jawab Gumi sambil membanting pintu dan keluar meninggalkan ruangan guru.
            Hari ini kebenaran dikalahkan kekuasaan. Cukup hari ini saja. Besok dan seterusnya kebenaran akan menjadi penguasa. Menjaga nama baik keluarga artinya berbakti. Sebuah bakti menunjukan moral. Hanya mereka yang bermoral yang berhasil dididik. Sekiranya aku di skors, berarti aku telah belajar banyak hari ini. (Mørd, 8 Desember 2005)
            Waktu masih menunjukan pukul 12 siang. 1 jam lagi bel bubaran sekolah baru berbunyi, namun Gumi sudah bergegas meninggalkan sekolahnya. Tujuannya adalah Ridland, dia menepati permintaan Bani. Dan betapa dikejutkannya Gumi begitu tiba di Ridland. Kursi, lukisan dan barang-barang disana telah diacak-acak. Gumi tampak panik, dia mencari nama Bani Bertine di kontak handphonenya, Cepet ke Ridland. Darurat! Namun sms yang sudah Gumi ketik urung dikirm. Dia tidak ingin mengganggu Bani yang sedang belajar. Sambil menunggu Bani datang, Gumi merapikan kembali barang-barang yang sudah diacak-acak tersebut. Dia membersihkan pecahan lampu yang dengan sengaja dipecahkan oleh orang tak bertanggung jawab. beruntung disana masih tersimpan lilin. Dengan penerangan seadanya Gumi terus merapikan semua barang ke posisinya semula sambil mengecek apakah ada barang yang hilang atau tidak.
            Terkage-kaget Gumi melihat sebuah buku di hadapannya. Jantung Gumi seakan berhenti berdetak. Sambil memjamkan mata ia menarik napas panjang. kemudian ia mengambil buku tersebut. Lama ia memejamkan matanya, berusaha mencari kekuatan untuk melihat apa yang ada di hadapannya. Itu adalah sebuah diary yang sudah sangat usam, dengan judul “The Secret Life” belong to Susan. Ketika ia buka halaman pertama diary tersebut terdapat sebuah foto ibunya ketika masih muda. Ia berfoto bersama seorang pria yang tidak Gumi kenal.
            Napas Gumi menderu tak beraturan. Ia masih belum mengerti dan tak bisa menduga apa yang sebenarnya telah terjadi. Dahi Gumi mengerut mengiringi halaman demi halaman yang ia buka. Gumi mendapati diary sang ibu yang tertulis tak berurutan dan terdapat catatan-catatan yang hilang. Begitu berbeda halnya dengan buku jurnal milik Gumi. Atau mungkin sengaja halaman-halaman yang tidak ada tersebut memang sengaja ditiadakan. Ucap Gumi dalam hati. Semua terlalu rumit untuk Gumi pecahkan saat itu juga. Ia memejamkan matanya, membayangkan wajah sang ibu. Berharap ada petunjuk yang bisa ia dapati. Namun hasilnya nihil.
           
            “Bonjour….” Sapa Bani ketika memasuki Ridland dengan ekpresi penuh semangat.
            “Eh ada apa nih Gum, ko berantakan banget. Kamu kenapa?” Tanya Bani dengan penuh rasa penasaran sambil merangkul tubuh Gumi.
            Namun tak ada satu katapun keluar dari mulut Gumi. Tak ada penjelasan untuk rasa penasaran Bani. Namun Bani tahu percis ekspresi apa yang ditunjukan dalam raut wajah Gumi. Sediam apapun Gumi, Bani tahu percis bagaimana cara membaca ekspresi wajah Gumi.
            “Cerita dong Gum, kamu abis ngeliat setan ya?” Tanya Bani berusaha memecahkan kehingan yang ada.
            “Ini Ban…” Gumi memberikan buku yang dari tadi ia pegang sampai berhasil membuatnya terkaget-kaget.
            “Oh, jadi ini yang membuat kamu ketakutakan kaya habis ketemu hantu? Alien takut juga ya sama hantu?” Bani tertawa kecil berusaha mencairkan suasana, tapi apa yang ia perbuat tak bedampak apapun.
            “Eh Gum, ini diary punya ibu kamu ya?” Nada Bani mendadak berubah serius.
            Gumi hanya mengangkat bahunya sambil menundukan kepala. Rasanya tubuh dan pikiran Gumi saat itu sedang terpisah, berada di waktu  dan dimensi yang berbeda.
            “Siapa yang melakukan ini, dan untuk apa?” Tiba-tiba Gumi berkata dengan ekpresi penuh kebingungan.
            “Aku juga ga tau ini ulah siapa Gum, tapi aku yakin pasti ini semua ada tujuan tertentu.” Bani berusah menenangkan Gumi sambil membelai rambut Gumi.
            “Gum, mungkin ga ya, kalau feeling aku semalem bener?” Bisik Bani dengan penuh hati-hati.
            Apa yang dibisikan oleh Bani berhasil mendapatkan perhatian pernuh dari Gumi. “Maksud kamu apa?” Jawab Gumi sambil menatap wajah Bani dengan tatapan yang tajam.
            Suasana hening sesaat, Bani tak langsung menjawab pertanyaan Gumi. Ia berusaha mencerna apa yang akan ia sampaikan. Kali ini Bani takut salah menjawab dan membuat suasana  semakin kacau. “Iya Gum…  jangan-jangan kemarin malam penyihir Stinger datang kesini.”
            Gumi langsung berdiri seketika dan membuang pandangan dari tatapan Bani. “Aku mohon Ban, untuk kali ini saja. Hentikan fantasimu!” Gumi berkata dengan suara penuh penekanan dan terdengar berbeda dari gaya bicara Gumi yang lembut.
*       
#BERSAMBUNG. . .

Rabu, 24 Juni 2015

Je suis brun...



hmm, voilà c'est cardigan de ma mère. si je le porte, je me sens comme un hommie boys. a mon avis, j'ai l'air près avec ma mère. suis pas un fashionable, mais je sais bien les vêtements qui me fait  confortable.

24.6.15

hampir saja jiwa ini dikalahkan keadaan
hampir saja akal ini mengalah pada perasaan

besok kita rangkai kembali mimpi-mimpi gila ini, aku dan sunyiku
menemani hujan yang merindukan pelangi
menemani elegi yang kau cari...

hampir saja jiwa ini dikalahkan keadaan.
hampir saja akal ini mengalah pada perasaan.


*satria tegar gumilar,
ur lost boy

Senin, 22 Juni 2015

Happy ?


what i guess at this time it's just i'd like share my all happiness with the right person.
and the saddest part is feeling happy but knowing that we're not meant to be. hate me !



SEBUAH NAMA, SEBUAH CERITA (2)

Holaa amigos…

Aku mau nerusin cerita yang kemarin nih, mumpung kerjaan kantor udah beres dan baru beres bimbingan skripsi jadi ada energi tambahan nih. Hmm, kmrn smp mana ya ceritanya?

*jedotin kepala ke tembok 7 kali, biar inget lagi… -_-

Kita mulai di fase TK
TK itu konsep belajar paling oke, kita di didik supaya jadi diri kita apa adanya. Setiap hari berkutat sama yang namanya bermain sambil belajar, semuanya berkesan banget. Belajar bikin rumah-rumahan dari korek api, upacara bendera di dalam kelas. Pamer mainan sama teman-teman. Bisa mewarnai gambar. Waaaah, yang paling kangen tuh ketika istirahat siang. Sem ua anak-anak di suruh tidur setelah bermain di taman. Terus para gurunya ngipasin kita sambil bacain dongen. Beeeeuh seneng banget bisa di dongengin. Oh iya hal paling malu-maluin waktu TK, aku pernah ngompol sampe celananya basah banget banget terus balik kering lagi. Dan ga ada yang tahu. Kuncinya Cuma satu, moving on hahaha… jangan sampe ada yang mendekat. Oh iya, pertama kali aku belajar nyebrang jalan juga waktu TK. Walaupun pas nyebrang tanganya buka kesamping (arah mobil) malah ke depan. Ga tau tuh apa yang mau diberhentiin L

Hmm waktu TK, kepala aku bocor tuh smp 5 jahitan kalau ga salah, gara-gra kejedot tembok. Alhamdulillah banget ga pitak =))

Okee, sekarang fase Sekolah Dasar yaa…
Zaman SD aku paling hobi berantem, serius… gara-garanya aku suka nonton smack down. Tp yang lucu, waktu kelas 3 SD aku pernah nangis sama temen cewek, gara-gara hal sepele sih. Kita ejek-ejekan dan dia corat-coret buku tulis aku. Hahaha. Cewek itu salah satu competitor aku di kelas kalau masalah ranking kelas. Waktu SD aku i masuk ranking 3 besar terus alhamdulillah, rajin banget emang waktu kecil. Tapi cengengnya minta ampun deh, diganggu dikit nangis. Nilai ulangan jelek nangis…

Sampe pas kelas 4 SD aku di daftarin masuk sekolah sepak bola di ITB. Nah itu salah satu moment pembelajaran banget. Gimana aku bisa nyikapin segala sesuatu lebih mandiri lagi, tanpa NA NGIS ! Waktu kelas 5 SD aku tuh udah jadi apatis gitulah sama temen2, gara2 aku di fitnah ngejekin temen aku. Padahal itu fitnah, tai bangetlah yang bikin ceritanya. Mau aku jelasin segimanapun temen aku ga percaya. Dan alhasil hubungan pertemanan kita retak, sampe sekarang. Beruntung ada temen-temen yang masih loyal sama aku, dan akupun termasuk orang yang cepet beradaptasi dengan lingkunangan pergaulan yang baru…
Waktu kelas 4 sampe 6 SD, aku jarang gaul dirumah. Lebih sering latihan bola aja, Alhamdulillah anak cupu bernama satria ini pernah jadi pemain terbaik di salah satu kompetisi, dan yang paling senengnya tuh di pertandingan final mamah sama iil datang, dan tiba-tiba tanpa bilang dulu. Seneng banget waktu itu, sekarang ngingetnya aja tetep maniss…

Fase SMP…
Waktu SMP, aku cukup jadi anak yang rebel, aku ga obesesi lagi buat mempertahankan ranking 3 besar kaya di SD. Yang penting naik kelas dan ga bikin malu orang tua. Waktu SMP aku dinasihatin sama A iik (masih nempel smp skrg) katanya, “kamu boleh nakal tapi harus pinter!” dan di masa SMP ini pikiran aku jadi lebih kritis, aku ngerasa pinter itu bukan hanya di rapot, tp bisa pinter di ekskul atau hal-hal lainnya. Hahaha aku termasuk anak yang aktif dan luwes juga, tp ga bisa menyentuh ranking besar.

Waktu SMP aku tuh baru kenal sama yang namanya Kurt Cobain, seneng banget nyari buku bigrafinya. Denger lagu-lagunya. Mungkin ini salah satu masa pencarian identitas, dan Kurt Cobain kayanya menwakili semangat aku banget, yang waktu itu kondisi keluarga dis*armon*s. aku sering banget masuk BK, tp bukan karena nakal tp karena rambut panjang hehehe

Hmmm apa lagi ya?
Waktu kelas 3 SMP aku pernah ngelakuin vandalism di tembok kelas, aku ngegambar lambang NIRVANA pake spidol.. dan ngerasa bersalah banget, ngerasa jadi anak yang badung. Akhirnya dihari yang sama ketika aku bikin coretan tersebut, jam 4 sore sepulang sekolah aku sama temen2 balik lagi ke sekolah buat nambal gambar tersebut, kita bikin pengumuman buat nambal logo yang ukuranya lumayan besar. Tulisannya ;

“DILARANG BERSANDAR KE TEMBOK KETIKA SEDANG BERBARIS !”

Hahaha… pinter kan? KAGAA !! soalnya beberapa hari kemudian guru aku curiga, soalnya kenapa ada peringatan Cuma di kelas aku aja. Dan sama dia dibuka, voila…. Ketauan deh. Akhirnya aku disuruh ngecat tembok tersebut, dan catnya dikasih sekolah. Ketika mulai ngecat, eh teman2 aku pada baik gitu inisiatif bantuin aku hehehe

Waktu kelas 2 SMP, aku punya pacar pertama. Hampir pacaran selama 5 tahun. Dan proses pendewasaan aku yang paling signifikan ada di fase ini. Ntr aja ya cerita yang ini =))

next to be continued….
Adios,
Peter Pan



Kamis, 18 Juni 2015

Sebuah Nama Sebuah Cerita (1)

hai, selamat menunaikan ibadah puasa, ini hari pertama bro sis, semangat! btw, saya nulis blog ini karena kerjaan udah beres, waktu buka kurang dari 90 menit lagi, dan sinyal wi-fi bagus. hehehe i'm wifi hunter :p spontan aja sih, pengen sharing tentang premis "sebuah nama, sebuah cerita" yang mulai dipopulerin sama Ariel cs (peterpan). dan anda salah! saya ga akan ngebahas tentang peterpan, tp tentang sheila on 7. zzzzz apa sih. udah jelas lah yang mau dibahas pasti tentang nama, gpp kan ga nyambung sama ramadhan. 

okee, aku itu lahir di Bandung, di bidan Uum TamanSari. Nah, di akte itu aku lahir 25 September 1993. Tapi faktanya itu semua blm tentu bener. Jadi, aku tuh punya sepupu yang lahir di tempat yang sama dan hampir terlahir bersamaan, hanya selang satu hari, dia (Senna Saraswati) lahir tanggal 23, berarti aku tanggal 24 kan seharusnya. Nah tp kata ortu aku, aku emg tanggal 25, tp kata keluarga Senna aku itu harusnya tanggal 24. Btw, itu ga masalah karena yang paling penting aku lahir selamat dan aku bukan orang yang suka ngerayain ulang tahun juga tuh.

Nama aku Satria Tegar Gumilar, gagah kata orang-orang mah (Alhamdulillah), malah ada yg bilang terlalu berat namanya hahaha. Tp siapa sangka, aku dari kecil sampe sekarang punya panggilan rumah, Iyang. Kebanting ga tuh?! Hahaha. Alasanya, karena waktu kecil aku tuh cengeng, soalnya aku tuh bungsu ga jadi. Dan kata dipanggil Iyang biar hidupnya penuh kasih sayang. So sweet nih sih mamah…

Oh iya, aku tuh waktu kecil dilabeli sebagai seorang bocah dengan golongan darah O, tapi waktu 6 Oktober 2011 (pertama donor darah) aku teridentifikasi golongan darah B. yaaah, hidup aku emang lucu (aneh bin absurd) dan penuh kejutan hahaha…

Aku tuh waktu kecil gendut banget, makanya dipanggil boyang dombret. Terus aku takut sama tukang sate, dan waktu di deket rumah masih ada sawah aku tuh suka nyari kunang-kunang. Thanks lord, I had a beautiful childhood.



Eh, udah jam pulang kantor nih… ntr lanjut lagi yaa as soon as possible

Ciao!
Peter pan,






Oh Ramadan, soit le bienvenu !





Merci Dieu, nous sommes au mois du jeûne. l'on espére tous les péchés soient effacés et l'on arrive  à être mieux pour vous, Allah...

Marhaban Ya ramadhan...

Selasa, 16 Juni 2015

PUISI SEDERHANA (bedah lirik)



Berjalan melangkah sendiri
okeeey, kita mulai bercerita. mengalir gitu aja ya bedah liriknya. 
jadi ada orang yang emang cenderung introvert, ga merasa ada beban kalau ngejalanin segala sesuatunya sendiri. sering banget dapat banyak pelajaran kalau dia lagi me time gituu, dia yakin bgt bakal lebih bisa menghargai apa yang dia punya (teman, materi atau segala sesuatu yang kita sayang) kalau dia tau suka dukanya jadi orang yang introvert

kemana lara bermuara
ini salah satu yang suka hinggap dikepala dia. "kapan ya semuanya berubah?" "endingnya masalah ini kaya gimana?" namanya masalah pasti datang dan pergi, ga rame lah kalau hidup ga ada tantangan. yang paling penting, nikmatin prosesnya. ambil hikmahnya.


membunuh sepi sendiri aku disini
ada beberapa cara untuk menyelesaikan masalah. caranya, ada yang di pendam sampai satu titik dia berusaha melupakan masalah tersebut. atau dengan cara berbagi! Nah dia lebih memilih membunuh sepi dengan kontemplasi diri


sayang, hidup adalah nikmat
berusaha bersyukur, mau hidup seberat apapun. tetap BERSYUKUR. ga ada yang sempurna ko, ga ada!

walau pedih perih terus menyayat
yaaaa, di lirik lagu ini emang dia ingin ngingetin, toh semuanya pasti ada di posisi paling berat dalam hidup. Proses yang manusiawi untuk menempa hidup

hati yang sepi perlahan akan berganti
tenang aja, ada ALLAH ko. badai pasti berlalu :)



temani aku bertahan dalam mimpi-mimpiku
dia ingin bilang ke orang-orang, “ya ini aku, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan segala mimpi-mimpinya, jadi, tetap disini dan bantu aku”

Ajari aku mencintaimu dengan sederhana, sederhana….
pada satu titik mungkin dia udah siap untuk berjalan bersama mencitai seseorang. Tapi dengan segala pemikirannya dia ngerasa bahwa sebuah hubungan (komitmen) itu hal yang rumit dan butuh kematangan hidup. Dia ingin orang yang dia suka bisa menyederhanakan segala pemikiran dan keraguannya.




saat mata kita bertatap adakkah makna yang tak terungkap
Yup, balik lagi karena dia orang yang introvert dia emang sulit untuk mengekpresikan perasaanya. Dia Cuma bisa memandang, berharap, dan bertanya-tanya

menyimpan tanya, mendera di dalam jiwa
dengan segala usahanya dia masih menemukan banyak pertanyaan, yang akhirnya hanya bisa bagi dengan hati dan pikirannya sendiri.


dan kenapa diberi judul puisi sederhana? puisi secara intim menggambarkan rahasia hati. jadi ini lagu tentang rahasia hati yang sederhana walau sulit dipahami :)


*dibuat medio juli-september di Sukasari-Bandung
cerita selengkapnya di https://soundcloud.com/lampukamar/puisi-sederhana


-STG



PUISI SEDERHANA

PUISI SEDERHANA

Berjalan melangkah sendiri
kemana lara bermuara
membunuh sepi sendiri aku

sayang, hidup adalah nikmat
walau pedih perih terus menyayat
hati yang sepi perlahan akan berganti

temani aku bertahan dalam mimpi-mimpiku
ajari aku mencintaimu dengan sederhana
sederhana...

saat mata kita bertatap
adakkah makna yang tak terungkap
menyimpan tanya, mendera di dalam jiwa


*dibuat medio juli-september di Sukasari-Bandung
mari berbagi cerita di https://soundcloud.com/lampukamar/puisi-sederhana