Sabtu, 03 Juni 2017

Kelana Lara

Aku ingin pulang : besok atau lusa
Atau entah kapan. Secepatnya
Setelah lelah berkelana
Membaca tanda semesta di malam hampa
Dan penuh rindu

Malam begitu cepat melarut
Juga kenangan di hari yang dulu,
Waktu terus beranjak
Sedang aku tetap berpijak
Menghirup kasih yang menyesak

Perpisahan datang menjadi saksi
Hingga harap tinggal sisa asa
Tapi bukankah cinta hanya perkara intuisi?
Seperti jiwa yang takan merubah rasa.

Kini waktu mengajari kita tentang:
Rindu dan kesabaran menunggu
Maka dari itu, biar laraku terus berkelana
Hingga hampa berakhir makna.

Sabtu, 21 Januari 2017

Yang Pergi dan Yang Ditinggal



Pertemuan kita begitu mesra
Tugas kita hanya menjalani
Berjalan di atas tanah yang kita pijak lalu
Tenggelam dalam larut pasang ombak laut
Atau musim-musim yang datang dan pergi
Lihatlah waktu berlalu memberi sebuah pesan
Bersama rasa yang sering kali Tuhan permainkan

Kita telah banyak kehilangan
Sementara tak ada yang pasti dalam cerita ini
Hujan berganti pelangi lalu malam datang begitu sunyi
Kita tak pernah memiliki
Tugas kita hanya memahami
Awal mula yang begitu samar tidak jelas
Kini berubah rindu
Dan menunggu menjadi debu.

Tatap jelas senyumku, 
Melawan pahit dunia dan memintamu
Berjalan menentang nasib
Dan bertahan dalam sebuah mimpi
Jujur tanpa bersandiwara
Bersamaku sekali lagi.
Sekali lagi.

Jika memang rumah ini hanya persinggahan
Biarkan kosong melompong sebab
Sepi mengisi segala sudut
Namun kan kupasang sebuah fragmen
Dirimu dan diriku pada masa lalu.
Sebagai sebuah pengingat tanda
Kebahagian begitu nyata dan ada.

malam ini begitu teduh walau tanpa bintang. Tuhan penyayang segala umatnya. Memberi segala rasa tak terjamah. Sujud dan syukur kehadiranmu takan berakhir sepanjang pagi dan malam

Sayang, Jalan kita masih panjang
Jangan terkurung pada ketiadaan
Kau bilang: Beri sebuah nilai.
Agar kita tak hampa cita.

Lalu cinta?
Tak perlu kau merangkai kata.
Atau kita paksa semesta
Biar pasrah menanti Tuhan bercerita

Ada masa dimana tiba saatnya
Waktu beranjak. Dan langkah mengalah.
Ya, langkah mengalah.
yang bersinar kelak kan pudar
yang ada menjadi tiada
dan yang datang lalu pergi.
Yang menemani meratap ditinggalkan

Namun Aku akan tetap bertahan.
Menunggu.  Meski disayat sepi
Rapuh 'kan sembuh.
hilang 'kan dikenang

Sayang, tetaplah disini bersamaku hanya jika kau mau.
Kita susuri seisi bumi dan mencari jalan setapak
Menuju rumah yang hakiki.
Aku tidak akan memaksamu bertahan
*Hanya saja izinkan aku  menitipkan dirimu : Kepada Allah
*Agamamu, Amanatmu dan ujung amalanmu
Agar kita berjumpa di waktu yang indah

Ayat suci berkumandang…..

Satria Tegar Gumilar, Oktober '16