Minggu, 30 September 2018

PERKENALAN

Siapa bisa atur waktu. Yang akan dan lalu
Di ujung malam rembulan begitu terang
Seraya membawaku pulang
Sedang kita masih malu-malu

Selasa, 24 Juli 2018

25.07.18

Untukmu yang ada dalam tawaku, aku akan selalu mengingatmu.

Untukmu yang ada dalam laraku, aku akan selalu menjagamu.

Untukmu yang ada dalam sepiku, aku akan selalu bersamamu.

Senin, 01 Januari 2018

2018 Menuju ¼ Abad.

Bagaimana pesta kembang api kemarin malam? Meriah? Sudah buat resolusi? Pada saat pergantian tahun kemarin malam saya sudah tidur pulas jauh sebelum hingar bingar pesta kembang api dimulai. Pergantian tahun tidak lebih dari pergantian hari seperti yang sudah-sudah. Dan jangan tanya tentang resolusi, rasa-rasanya itu hanya sinonim dari basa-basi.
.
Menyongsong 2018…
.
Kalau diberi umur panjang, tahun ini saya akan genap berusia 25 tahun atau Seperempat abad. Lalu apa saja yang sudah saya dapat dari tempaan kehidupan ini? Mungkin kita semua punya cerita yang sama walau dalam versi yang berbeda. Jatuh bangun kehidupan kita respon dengan cara yang berbeda. Tapi, apa kita sudah menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya?
.
Tunggu ketika kematian siap menjemputmu…
.
Salah satu fase hidup yang sangat mengubah sudut pandang saya yaitu saat dihadapkan dengan kematian. Pada medio November 2016 lalu saya mengalami kecelakaan kendaraan bermotor yang cukup parah. Hidung retak, geligi patah, jaitan di beberapa titik tubuh merupakan kenang-kenangan dari kecelakaan tersebut. Masih terekam dengan jelas bagaimana proses itu terjadi. Tapi yang paling mengena dalam ingatan adalah ketika sesaat saya black out dan menemukan darah dikepala ketika terbangun. Spontan saya menangis kesakitan dan berusaha menelpon ayah saya. Jujur pada saat itu saya sangat takut jika itu hari terakhir saya berada di dunia. Bukan hal yang saya inginkan mati dalam kondisi seperti itu. Pada saat itu saya berkata dalam hati, “jika hari ini saya mati pasti saya masuk neraka.” bukan tanpa sebab, saya tidak sholat subuh pada hari itu. Jangan tanya dosa apa saja yang sudah saya perbuat semasa hidup.
.
Setelah tidak sadar beberapa jam, saya bersyukur masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan hidup pada hari itu. Kesempatan kedua yang harus saya jalani sebaik mungkin. Setelah hari itu saya berusaha menjadi orang yang lebih pasrah dan bersyukur. Prestasi, citra, pencapaian karir dan hal duniawi lainnya merupakan hal kecil yang tiada arti dibanding nikmat hidup yang diberikan Tuhan. Percayalah takdir Tuhan adalah yang terbaik. Selagi menunggu ajal menjemput, jalani hidup sebaik mungkin, nikmati efek kupu-kupu disepanjang perjalanan. Jangan banyak berharap, kita manusia yang diciptakan dinamis. Spontanitas dan daya kejut kehidupan selayaknya dijadikan teman hidup. Semoga Tuhan meridhai niatan baik kita di tahun ini. Aamiin...
17/11/16. Rs Bayukarta