Minggu, 25 September 2016

September

:untuk cansa

September datang membawa pesan,
menampakkan kesepian dan luka
entah 24 atau 25.
peduli setan!

malam begitu dingin, anjing melolong panjang
risik angin menerpa tangkai pepohonan.
ada rindu yang belum genap kulunasi
aku ingin kau disampingku.

menghabiskan malam, menonton wayang dan bayang
mencari makna diantara ketiadaan.
memberi nyawa dalam kehampaan
agar kita mengerti kehidupan:
terjang dan menjalang!

ada yang ingin kutanyakan padamu,
haruskah kita butuh agama?
untuk membunuh sepi yang menjadi-jadi 
seperti Tuhan yang selalu sendiri
 Tanpa merasa sepi.

kemudian aku bertanya padaNya
mengapa ada dua hati yang sepi
dan bertemu.
hanya untuk melukai lalu pergi?

kupandangi bayanganku. yang gelap dan kelam
aku diam dan terpaku
pada waktu yang terus berlalu
hingga tertampar pada kenyataan, bahwa
ini bulan september,
entah 24 atau 25.


Bekasi, 24/25 September '16








Jumat, 16 September 2016

Di Waktu Yang Mana

Harapan dan absurditas menjelma dinding
Yang tembus pandang di ruang dingin dan beku.
Rasa cinta itu diantara nalar dan sadar
meninak bobokan hati yang tiada

Biar kuputuskan malam ini ;
Kita akan bertemu kembali

Tetaplah bertahan seperti pohon
yang diterpa angin malam
: senyummu mengakar dalam ingatanku
memberi kehidupan abadi
hingga jiwa ini begitu segar menerjang bumi

karena hatimu terbuat dari benih-benih kesabaran
yang ku tanam, dan kelak kan ku tuai.
Entah di waktu yang mana,


STG, September 2016