Aku hanyut dalam tatap matamu
Terbawa riwayat lama seraya
Api yang redup tapi gigih
Berkobar tanpa padam
Kulihat aku sebagai jiwaku
Pada dirimu.
Jumat, 25 November 2016
Minggu, 20 November 2016
11
Cinta datang dan pergi
Sementara atau selamanya.
Aku masih merangkai jawab atas tanyaku:
Sayang, berapa musim yang harus ku lalui
Untuk kembali menyusuri malam denganmu
Seberapa jauh aku harus melangkah
Sendiri di maki-maki sepi.
Dunia menatapku. Menyangsikan
Kebodohan dan kenaifanku
Tapi aku percaya pada coklat bola matamu
Yang selalu memutar cerita nostalgia.
Tentang hujan di hari sabtu
Alun-alun kota
Tentang kita yang pernah bahagia.
Aku takan mengurai kesedihanku malam ini
Atau hari-hari selama kepergianmu
Karena betapa senyummu begitu melekat.
Menerjemahkan Masa-masa yang indah
Tapi kapan kau kembali?
Aku masih menunggu
Dan selalu menunggu
Dengan perasaan yang sama
Mencitaimu tanpa batas
Sementara atau selamanya.
Aku masih merangkai jawab atas tanyaku:
Sayang, berapa musim yang harus ku lalui
Untuk kembali menyusuri malam denganmu
Seberapa jauh aku harus melangkah
Sendiri di maki-maki sepi.
Dunia menatapku. Menyangsikan
Kebodohan dan kenaifanku
Tapi aku percaya pada coklat bola matamu
Yang selalu memutar cerita nostalgia.
Tentang hujan di hari sabtu
Alun-alun kota
Tentang kita yang pernah bahagia.
Aku takan mengurai kesedihanku malam ini
Atau hari-hari selama kepergianmu
Karena betapa senyummu begitu melekat.
Menerjemahkan Masa-masa yang indah
Tapi kapan kau kembali?
Aku masih menunggu
Dan selalu menunggu
Dengan perasaan yang sama
Mencitaimu tanpa batas
Langganan:
Komentar (Atom)