Cinta datang dan pergi
Sementara atau selamanya.
Aku masih merangkai jawab atas tanyaku:
Sayang, berapa musim yang harus ku lalui
Untuk kembali menyusuri malam denganmu
Seberapa jauh aku harus melangkah
Sendiri di maki-maki sepi.
Dunia menatapku. Menyangsikan
Kebodohan dan kenaifanku
Tapi aku percaya pada coklat bola matamu
Yang selalu memutar cerita nostalgia.
Tentang hujan di hari sabtu
Alun-alun kota
Tentang kita yang pernah bahagia.
Aku takan mengurai kesedihanku malam ini
Atau hari-hari selama kepergianmu
Karena betapa senyummu begitu melekat.
Menerjemahkan Masa-masa yang indah
Tapi kapan kau kembali?
Aku masih menunggu
Dan selalu menunggu
Dengan perasaan yang sama
Mencitaimu tanpa batas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar